Gelandang andalan tim nasional Kanada, Ismael Kone, mengungkapkan sebuah fakta inspiratif terkait rutinitas religiusnya sebelum bertanding. Pemain yang kini merumput bersama klub Italia, Sassuolo, tersebut mengaku selalu menjadikan Al-Quran sebagai pendamping setianya di setiap pertandingan, baik saat membela klub maupun negaranya.
Kisah di balik layar lapangan hijau ini dibagikan langsung oleh Kone melalui sebuah tayangan video yang diunggah oleh platform Ilmfeed baru-baru ini.
Dalam wawancara tersebut, Kone menceritakan bahwa salah satu rutinitas wajibnya dalam setiap perjalanan tandang atau menjelang laga yang menegangkan adalah meluangkan waktu untuk membaca kalam Ilahi.
“Setiap kali bepergian, saya selalu berusaha membaca Al-Quran, satu, dua halaman, atau lebih jika saya memiliki kesempatan. Saya merasa membaca Al-Quran sebelum bertanding adalah hal yang sangat penting. Hal itu memberikan saya perasaan yang sangat baik dan tenang,” ungkap Kone.
Iman sebagai Fondasi Utama Jati Diri
Bagi sang gelandang, Islam dan keimanan bukanlah sekadar pelengkap, melainkan fondasi utama yang membentuk identitas dan jati dirinya. Kone dengan tegas menyadari bahwa kehilangan iman akan menjadi sebuah kehilangan terbesar yang bisa meruntuhkan karakter aslinya.
“Jika saya sampai kehilangan keyakinan pada agama saya—yang mana saya yakin hal itu tidak akan pernah terjadi—saya akan menjadi sosok yang sama sekali berbeda. Sebab, saya dibesarkan dengan nilai-nilai keimanan yang kuat kepada Allah SWT,” tegasnya.
Fokus Pemulihan Usai Cedera di Piala Dunia
Terlepas dari kisah religiusnya yang menginspirasi banyak penggemar, Kone saat ini harus menepi sejenak dari arena pertandingan. Sang gelandang tengah fokus menjalani proses pemulihan secara intensif usai menderita cedera patah kaki yang cukup parah.
Cedera tersebut membekapnya saat ia tengah berjuang membela timnas Kanada dalam laga sengit kontra Qatar di putaran final Piala Dunia belum lama ini. Dengan keteguhan iman dan rutinitas spiritualnya, dukungan moral terus mengalir bagi Kone agar ia bisa melewati masa-masa sulit ini dan kembali merumput dengan lebih kuat.