Wasit asal Tiongkok, Ma Ning, yang dijuluki “Raja Kartu Kuning”, sukses menjadi sorotan utama dalam laga sengit antara Ekuador dan Curacao di pentas Piala Dunia 2026.
Ma Ning menjadi satu-satunya representasi Tiongkok di Piala Dunia 2026, mengambil alih panggung global dan menjadi kebanggaan tersendiri di tengah kegagalan timnas Tiongkok lolos ke turnamen bergengsi tersebut.
Menariknya, duel mendebarkan Ekuador kontra Curacao ini menjadi debut perdananya bertugas sebagai wasit utama di laga Piala Dunia. Momen bersejarah ini terasa semakin spesial karena bertepatan langsung dengan hari ulang tahunnya pada 20 Juni (waktu AS). Bagi seorang pengadil lapangan profesional, ini tentu menjadi kado paling luar biasa yang tak akan pernah terlupakan.
Reputasi “Peluit Emas” dan Ketegasan Tanpa Kompromi
Di kancah domestik, Ma Ning diakui sebagai salah satu wasit paling berpengalaman dan berprestasi di Liga Super Tiongkok. Ia pernah menyabet penghargaan bergengsi “Peluit Emas” (Golden Whistle) pada edisi 2016 dan 2017. Tak hanya itu, reputasinya lekat dengan julukan yang kesohor: “Sang Raja Kartu Kuning”.
Wasit Ma Ning tertangkap kamera saat memimpin laga dramatis yang berakhir imbang antara Ekuador dan Curacao. (Sumber Foto: DC)
Julukan tersebut tidak lahir tanpa alasan. Ma Ning dikenal memiliki gaya kepemimpinan yang sangat tegas dan tanpa kompromi di atas lapangan. Menariknya, di luar kesibukannya menjaga ketertiban pemain di lapangan hijau, ia juga berprofesi sebagai seorang instruktur pendidikan jasmani.
Sebagai pengadil, ia tak pernah ragu untuk mencabut kartu disiplin dari sakunya. Rata-rata, Ma Ning mengeluarkan sekitar empat kartu kuning per pertandingan—angka yang terbilang sangat tinggi untuk ukuran wasit profesional di level elite. Bayangkan saja, dari lebih dari 400 laga resmi yang pernah ia pimpin, ia secara luar biasa telah mendistribusikan hampir 1.600 kartu kuning!
Gelaran tahun 2026 ini sejatinya merupakan pengalaman Piala Dunia kedua bagi Ma Ning. Namun, pada edisi 2022 di Qatar silam, perannya hanya sebatas ofisial keempat dan belum mendapat kesempatan turun sebagai wasit utama.
Durian Runtuh Menjadi Brand Ambassador
Statusnya sebagai wakil tunggal Tiongkok di ajang sepak bola terbesar yang digelar bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ini ternyata membawa berkah tersendiri. Ma Ning mendadak laris manis diburu berbagai merek domestik Tiongkok yang ingin memanfaatkan demam Piala Dunia.
Salah satu raksasa teknologi, Lenovo, secara resmi mendapuknya sebagai duta merek (brand ambassador) untuk kampanye promosi turnamen mereka. Tak heran jika sosok wasit tegas ini kini kerap wara-wiri di berbagai video promosi media sosial, berdampingan dengan deretan produk inovatif Lenovo.
Popularitas Ma Ning di tanah airnya pun meroket tajam. Di platform media sosial raksasa Tiongkok, Weibo, sebuah unggahan yang mendokumentasikan perjalanannya ke Piala Dunia sukses meraup lebih dari 3,5 juta tayangan. Lonjakan jumlah pengikut yang signifikan di berbagai platform juga dialami oleh pria kelahiran tahun 1979 tersebut hanya dalam beberapa pekan terakhir.
Menjadi Saksi Rekor Bersejarah Piala Dunia
Kembali ke lapangan hijau, laga debut Ma Ning rupanya juga menorehkan tinta emas dalam buku sejarah Piala Dunia. Selain menyajikan ciri khasnya dengan “menghadiahkan” enam kartu kuning di laga tersebut, ia juga menjadi saksi hidup atas rekor fenomenal yang dicetak oleh kiper Curacao, Eloy Room.
Tampil bak tembok kokoh, Room mencatatkan 15 penyelamatan gemilang di waktu normal 90 menit. Angka fantastis tersebut resmi ditahbiskan sebagai rekor penyelamatan terbanyak dalam satu pertandingan di sepanjang sejarah penyelenggaraan Piala Dunia.